Skip to main content

Karangan Argumentasi



Belajar Dengan Hati


              Belajar adalah kata yang sering didengar oleh saya sebagai murid sekolah.  Terutama saat  ulangan harian, ulangan akhir semester,  ujian sekolah, dan ujian nasional tiba. Apalagi saya sedang duduk di bangku kelas 3 SMP ini yang mengharuskan untuk selalu belajar lebih giat lagi sehingga menghasilkan kelulusan yang baik. Tetapi dalam usaha belajar tersebut, ada hal - hal yang mendorong saya untuk belajar sungguh - sungguh atau malah sebaliknya.
              Menurut saya, belajar dengan hati yang sedang sedih atau gembira tentu berbeda karena itulah yang saya alami. Ketika hati sedang gembira maka belajar pun akan terbawa menjadi menyenangkan dan akibatnya sudah pasti pelajaran jauh lebih mudah diserap oleh otak. Jika hati sedang sedih dan kesal, tentu belajar sudah didominasi dengan mood yang tidak enak.
              Ketika di dalam kelas yang sedang kegiatan belajar mengajar, saya selalu bisa belajar dengan hati apabila suasana hati saya sedang senang atau gembira dan ketika mata pelajaran yang sedang diajarkan bisa ditangkap dengan jelas oleh saya. Apalagi mata pelajaran tersebut yang disukai dan disenangi oleh saya. Selain itu, guru yang mengajar pun tidak killer atau galak sehingga terjaring komunikasi antara guru dengan murid pun baik. Juga dengan suasana kelas yang nyaman dan tenang, pikiran dan hati terbawa menjadi segar dan damai.
              Jika saya belajar tidak memakai hati tentu perasaan sedang tidak baik dan juga ada hambatan dalam proses belajar. Seperti terbawa emosi karena nilai ulangan tidak bagus, sedang bermusuhan dengan teman, sedang kesal dengan banyaknya tugas yang diberikan guru, sedang ada masalah keluarga, dan lain-lain . 
               Dan juga ada faktor lain, seperti kelas yang berisik jika tidak ada guru sehingga terbawa untuk ikutan berisik dan tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru, teman yang mengajak ngobrol saat guru menjelaskan materi, ngantuk karena suasana yang mendukung untuk tidur, malas karena capek, sakit, dan lain-lain.
              Ketika di rumah, waktu untuk belajar saya itu memang berkurang karena banyak tugas rumah yang harus dikerjakan. Sehingga saya menganggap untuk urusan belajar menjadi hal kedua bagi saya. Tetapi tugas rumah tidak menjadi penghambat bagi saya untuk waktu belajar saya, asal bisa belajar dengan keinginan hati nurani untuk disiplin dan mandiri tentu bisa membagi keduanya dengan baik.
               Beberapa hambatan yang dapat mengurangi waktu belajar saya saat di rumah atau luar sekolah pun tentu ada, seperti menomorsatukan yang namanya handphone apalagi dilengkapi dengan fitur BBM (Blackberry Messenger) yang memungkinkan mengobrol dengan teman lebih lama, bermain game di komputer tanpa membatas waktu, diajak teman bermain ke mall, menonton TV saat waktu belajar, dan lain-lain.
              Akibat dari hal – hal tersebut yang saya alami adalah tidak bisa mengerjakan soal ulangan dengan baik sehingga mengerjakannya pun asal – asalan atau tidak dengan hati tetapi dengan emosi, pasrah, dan  putus asa. Akhirnya mendapat nilai ulangan yang kurang memuaskan walaupun diatas nilai KKM atau yang seharusnya saya bisa mendapat nilai sembilan ternyata hanya bisa mendapat nilai delapan. Dan juga, prestasi belajar di sekolah pun menurun sehingga mengecewakan orang tua terutama diri sendiri serta mendapat teguran dari guru untuk meningkatkan prestasi lagi.
              Selain itu, akibat lainnya adalah karena tidak bisa mengerjakan  ulangan dengan baik atau ingin mendapat nilai yang memuaskan, akhirnya menimbulkan keinginan untuk melakukan contek – menyontek, kerjasama dengan teman yang lebih pintar, ataupun membuat kunci jawaban sebelum ulangan.
              Saat saya belajar dengan konsentrasi di kelas dan mendengarkan saat guru menjelaskan materi serta mengerjakan soal latihan dengan serius, dampak baiknya adalah saya bisa mengerjakan soal ulangan dengan baik dan lancar sehingga mengerjakannya pun dengan pikiran dan hati yang tenang. Saat nilai ulangan dibagikan pun hasilnya memuaskan sehingga perasaan terbawa senang.
              Saat dibagikan nilai raport, hasilnya tidak mengecewakan orang tua dan guru terutama diri sendiri, mendapat pujian dari teman dan menimbulkan rasa bangga tersendiri, dan meningkatnya prestasi belajar, serta mendorong saya untuk lebih maju lagi dalam hal prestasi sehingga mendapat posisi sepuluh besar. Tetapi dengan posisi tersebut, menjadikan saya untuk disiplin dalam belajar dan mencapai target tiga besar.
              Jadi untuk mendapatkan nilai yang baik dan meningkatkan prestasi dalam belajar, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan yaitu membentuk kegiatan belajar kelompok bersama teman, selalu aktif bertanya pada guru jika belum paham/mengerti materinya, dan selalu aktif menjawab pertanyaan dari guru, serta disiplin dalam mengerjakan tugas/PR yang diberikan guru pada kita.
              Sebenarnya menurut saya, belajar dengan hati memang gampang – gampang sulit. Kenapa?   Karena yang saya alami, belajar itu mudah apabila bisa konsentrasi penuh dan berusaha untuk tidak melirik kiri kanan. Artinya tidak mengikuti keinginan diri sendiri melainkan mengikuti keinginan hati nurani dan niat untuk menuju masa depan yang sukses dan gemilang.

Comments

Popular posts from this blog

Literasi Novel Supernova - Inteligensi Embun Pagi

       Berbekal petunjuk dari pria bernama Amaru yang menemuinya di Cusco, Gio berangkat ke Lembah Suci Urubamba. Di sana, ia dijemput oleh Chaska Pumachua, ibu sahabatnya. Chaska memperkenalkannya kepada seorang syaman bernama Luca alias Smoking Sun. Luca ternyata telah menyiapkan upacara Ayahuasca bagi Gio. Pertemuan Gio dengan Madre Ayahuasca di alam spirit memberikannya petunjuk baru tentang siapa identitas Gio sebenarnya sekaligus misi yang diembannya. Dari Madre Ayahuasca pula, Gio tahu bahwa Indonesia akan menjadi tempat pertemuannya dengan orang-orang yang ia cari.         Sementara itu, di Bandung, Elektra yang sempat gentar untuk membantu Bodhi untuk memasuki Asko akhirnya berubah pikiran. Elektra mengajak Bodhi menemui mentornya, Sati. Di luar harapan, Elektra justru jatuh sakit. Bodhi merasa bersalah dan berjanji untuk tidak akan meminta bantuan mereka lagi.         Di perjalanan pesawat dari New York bersama Alfa...

Literasi Novel Supernova - Petir

       Di Kota Bandung, seorang anak sebatang kara bernama Elektra Wijaya, baru saja kehilangan segalanya. Elektra kehilangan ibunya sejak lama, dan ayahnya baru-baru saja. Kakaknya, Watti, menikah dan pindah ikut suaminya ke Tembagapura. Elektra sendirian mengurus rumah besar dan berantakan peninggalan Wijaya Elektronik, usaha ayahnya yang tidak menguntungkan. Elektra bertahan hidup dari celengan yang ia kumpulkan sejak kecil. Pilihan terakhir adalah menjual rumahnya. Dan, Elektra masih mencoba bertahan. Ia menjajaki berbagai pilihan mitra bisnis, dari mulai MLM sampai toko roti, tapi tidak ada yang berhasil.         Sebuah surat kaleng datang satu hari. Sebuah institusi pendidikan gaibmenawarinya posisi dosen. Awalnya, Elektra ketakutan, tapi karena terpepet ingin cari kerja, ia berubah pikiran. Surat kaleng itu akhirnya membawa Elektra berkenalan dengan Ibu Sati, seorang pemilik toko barang-barang ritual, yang memberi perhatian ekstra kepada E...

Latihan Paduan Suara SMAK PENABUR Cirebon

       Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72, siswa-siswi kelas XI dan XII  SMAK PENABUR Cirebon menjadi bagian dalam upacara peringatan 17 Agustus tingkat Kota Cirebon sebagai tim paduan suara.       Sebelum hari pelaksanaan upacara, tepatnya hari Selasa, 15 Agustus 2017 siswa-siswi tersebut mengikuti gladibersih upacara di Alun-alun Kejaksan. Siswa-siswi tersebut berjalan kaki dari sekolah sampai ke Alun-alun Kejaksan dengan tertib. Setelah tiba disana, mereka berkumpul di Rumah Jabatan Bupati Cirebon menunggu gladibersih penutupan upacara dimulai.      Saat gladibersih akan dimulai, siswa-siswi tersebut memasuki Alun-alun Kejaksan dan mereka langsung berbaris rapi pada posisinya. Setelah giliran mereka tiba, mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hari Merdeka(17 Agustus 1945) dengan lantang dan semangat. (msh)