Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2017

Literasi Novel Supernova - Inteligensi Embun Pagi

       Berbekal petunjuk dari pria bernama Amaru yang menemuinya di Cusco, Gio berangkat ke Lembah Suci Urubamba. Di sana, ia dijemput oleh Chaska Pumachua, ibu sahabatnya. Chaska memperkenalkannya kepada seorang syaman bernama Luca alias Smoking Sun. Luca ternyata telah menyiapkan upacara Ayahuasca bagi Gio. Pertemuan Gio dengan Madre Ayahuasca di alam spirit memberikannya petunjuk baru tentang siapa identitas Gio sebenarnya sekaligus misi yang diembannya. Dari Madre Ayahuasca pula, Gio tahu bahwa Indonesia akan menjadi tempat pertemuannya dengan orang-orang yang ia cari.         Sementara itu, di Bandung, Elektra yang sempat gentar untuk membantu Bodhi untuk memasuki Asko akhirnya berubah pikiran. Elektra mengajak Bodhi menemui mentornya, Sati. Di luar harapan, Elektra justru jatuh sakit. Bodhi merasa bersalah dan berjanji untuk tidak akan meminta bantuan mereka lagi.         Di perjalanan pesawat dari New York bersama Alfa...

Literasi Novel Supernova - Partikel

       Di sebuah kampung bernama Batu Luhur, Bogor, Zarah dan adiknya, Hara, dibesarkan secara tidak konvensional. Ayah mereka, Firas, adalah seorang dosen dan ahli mikologi. Zarah sebagai anak tertua menjadi tumpuan harapan Firas. Sedari kecil, Zarah tidak disekolahkan. Firas mendidik Zarah sendiri.        Lambat laun, pilihan-pilihan Firas semakin membuatnya terpojok. Firas terkucil dari lingkungan kerja, desa, bahkan keluarganya sendiri. Semua berawal dari obsesi Firas kepada satu tempat angker bernama Bukit Jambul. Ketika anak ketiganya lahir cacat dan meninggal, keluarganya menyalahkan Firas dan Bukit Jambul yang dianggap membawa kutukan. Satu hari, setelah meninggalkan amanat kepada Zarah untuk melindungi Bukit Jambul, Firas lenyap. Satu-satunya jejak yang ia sisakan hanya empat bundel jurnalnya.        Kepergian Firas mengubah dinamika hubungan Zarah dan keluarganya. Zarah dianggap aneh dan pemberontak, sama seperti Fi...

Literasi Novel Supernova - Petir

       Di Kota Bandung, seorang anak sebatang kara bernama Elektra Wijaya, baru saja kehilangan segalanya. Elektra kehilangan ibunya sejak lama, dan ayahnya baru-baru saja. Kakaknya, Watti, menikah dan pindah ikut suaminya ke Tembagapura. Elektra sendirian mengurus rumah besar dan berantakan peninggalan Wijaya Elektronik, usaha ayahnya yang tidak menguntungkan. Elektra bertahan hidup dari celengan yang ia kumpulkan sejak kecil. Pilihan terakhir adalah menjual rumahnya. Dan, Elektra masih mencoba bertahan. Ia menjajaki berbagai pilihan mitra bisnis, dari mulai MLM sampai toko roti, tapi tidak ada yang berhasil.         Sebuah surat kaleng datang satu hari. Sebuah institusi pendidikan gaibmenawarinya posisi dosen. Awalnya, Elektra ketakutan, tapi karena terpepet ingin cari kerja, ia berubah pikiran. Surat kaleng itu akhirnya membawa Elektra berkenalan dengan Ibu Sati, seorang pemilik toko barang-barang ritual, yang memberi perhatian ekstra kepada E...

Literasi Novel Supernova - Akar

        Setelah sebelumnya mendapat pertanda dari mimpi, Guru Liong menemukan seorang bayi yang ditinggalkan di bawah pohon di sebuah wihara di Lawang, Pasuruan. Guru Liong menamainya Bodhi dan membesarkannya di wihara.tetapi bayi itu memiliki bentuk kepala yang aneh. Tidak cuma bentuk tengkorak kepalanya yang berbeda dengan orang lain, Bodhi memiliki indra keenam yang kelewat peka, yang membuat hidupnya jadi tidak tenang. Berontak dengan kondisinya, Bodhi memutuskan untuk pergi meninggalkan wihara. Ia menyeberang ke Sumatra.                         Petualangannya dimulai ketika Bodhi mendapat tiket untuk pergi ke Malaysia. Ia bertemu dengan para backpacker dan terpikat untuk ikut bertualang. Setelah tiba di Thailand, Bodhi bertemu dua orang yang mengubah hidupnya. Pada saat yang hampir bersamaan, ia berkenalan dengan Kell, seorang seniman tato dengan 617 tato di tubuhnya, yang konon datang jauh-jauh ke Tha...

Latihan Paduan Suara SMAK PENABUR Cirebon

       Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72, siswa-siswi kelas XI dan XII  SMAK PENABUR Cirebon menjadi bagian dalam upacara peringatan 17 Agustus tingkat Kota Cirebon sebagai tim paduan suara.       Sebelum hari pelaksanaan upacara, tepatnya hari Selasa, 15 Agustus 2017 siswa-siswi tersebut mengikuti gladibersih upacara di Alun-alun Kejaksan. Siswa-siswi tersebut berjalan kaki dari sekolah sampai ke Alun-alun Kejaksan dengan tertib. Setelah tiba disana, mereka berkumpul di Rumah Jabatan Bupati Cirebon menunggu gladibersih penutupan upacara dimulai.      Saat gladibersih akan dimulai, siswa-siswi tersebut memasuki Alun-alun Kejaksan dan mereka langsung berbaris rapi pada posisinya. Setelah giliran mereka tiba, mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hari Merdeka(17 Agustus 1945) dengan lantang dan semangat. (msh)